Mazdalifah Ph.D.

Media mempunyai banyak makna bagi setiap orang. Ada yang mengatakan media itu adalah televisi, adapula yang mengatakan media itu internet. Banyak juga yang mengatakan media adalah majalah atau Koran, bahkan radio. Dengan demikian kita bisa melihat banyak sekali pendapat tentang media. Sesungguhnya apa sebenarnya media itu? Secara singkat media adalah benda/alat yang digunakan oleh seseorang dalam memperoleh dan menyampaikan informasi. Benda/alat tersebut bias berupa media televisi, radio, suratkabar, majalah, film, dan internet (media sosial), dan sebagainya.

Kehadiran media di tengah kehidupan masyarakat tidak dapat dipungkiri lagi. Kita sering menyaksikan orang menonton televisi di rumah, ruang tunggu dokter, bahkan di kantor. Atau kita menyaksikan seorang bapak asik membaca surat kabar di warung langganannya. Remaja dan anak-anak berada di warung internet seharian penuh. Abang penjual bakso asik mendengar musik kegemarannya sambil melayani pelanggannya.

Apa yang sering kita saksikan tersebut menunjukkan bahwasanya manusia tidak bisa lepas dari media. Hampir seluruh kegiatan hariannya selalu bersentuhan dengan media. Bahkan seorang ibu rumah tangga sekalipun, sering kita lihat duduk dengan nyaman di depan televisi menyaksikan tayangan kegemarannya sambil menyelesaikan aneka tugas rumahtangga. Artinya, setiap hari masyarakat membutuhkan informasi dari berbagai media dalam rangka memenuhi  kebutuhannya terhadap informasi dan hiburan. Yang menjadi pertanyaan apakah masyarakat sudah mengenal media tersebut dengan baik?  Maksud mengenal disini adalah bukan sekedar tahu bahwa ini media televisi, radio, internet, saja tetapi juga mengenali isi informasi yang ada di dalamnya. Dengan mengenalinya diharapkan masyarakat  dapat memanfaatkannya untuk menunjang tugasnya sehari-hari.

Mengenali informasi dalam media

Saat kita bertemu dengan seseorang, tentu saja kita akan berupaya mengenalinya dengan baik. Paling tidak kita tahu nama, alamat, pekerjaan, dsb. Begitu juga dengan media, seharusnya masyarakat sebagai pengguna, harus mengenal apa dan bagaimana media televisi, radio, surat kabar, film, dan internet tersebut. Mengapa demikian?  Hal ini karena di dalam media tersedia  banyak berisi informasi , ada yang baik/berguna namun adapula yg buruk/tidak berguna.

Informasi yang baik berisikan hal-hal yang dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang berbagai hal, tentang kejadian/peristiwa di berbagai tempat, agama, politik, dan sebagainya. Informasi agama di televisi mampu mendorong masyarakat untuk selalu berbuat kebaikan dan menolong sesama . Demikian pula pelajar dan mahasiswa dapat memperoleh informasi berguna untuk kepentingan tugas yang dikerjakannya. Situs Google merupakan salah satu situs dalam internet yang sering dimanfaatkan untuk mencari informasi tentang apa saja. Mereka dalam waktu singkat dapat memperoleh jutaan informasi dengan cara meng klik saja. Selain pelajar/mahasiswa, seorang ibu rumah tangga dapat memanfaatkan internet untuk menambah pengetahuan. Informasi tentang berbagai resep masakan, kesehatan keluarga, mode/fashion, dan kecantikan dapat di unggah melalui internet.

Media radio dapat juga dimanfaatkan dalam memperolah informasi berguna. Radio menyiarkan aneka lagu kesukaan kita, melalui media ini masyarakat dapat meminta atau mengirim lagu kepada orang lain. Selain itu radio menyiarkan pula informasi terkini tentang berbagai peristiwa di sekitar masyarakat. Bentuknya yang sederhana dan mudah dipergunakan membuat radio banyak penggemarnya.

Media Suratkabar atau Koran adalah media yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Banyak orang membaca suratkabar untuk mengetahui peristiwa, ulasan, apa yang terjadi. Bagi kelompok masyarakat tertentu, membaca suratkabar telah menjadi kebutuhan utama. Hidup serasa belum lengkap rasanya apabila belum membaca berita di pagi  hari. Media ini mampu member informasi secara lebih mendalam, dan kalau kita merasa kurang jelas kita dapat mengulangnya dan membacanya dengan lebih teliti. Masyarakat dapat memperoleh  surat kabar dengan mudah dan dapat menyimpannya dimana saja.

Disamping informasi yang berguna adapula informasi yang tidak berguna di dalam media. Apa yang dimaksud dengan informasi tidak berguna? Yaitu informasi yang memberi pengaruh buruk bagi pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat.  Informasi apa sajakah itu ? Diantaranya  adalah kekerasan, pornografi, mistik, iklan yang mendorong orang untuk selalu membeli ( budaya konsumtif ) dan sebagainya.

Masyarakat harus mewaspadai informasi buruk ini. Terutama bila informasi ini dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja. Anak-anak merupakan generasi penerus keluarga dan bangsa, dimana pola pikir yang dimilikinya tidak sebaik orang dewasa. Demikianpula dengan remaja, di usia seperti ini rasa ingin tau yang sangat tinggi, Kontrol diri belum kuat, cenderung ingin mengetahui apa saja. Dikhawatirkan informasi buruk seperti di atas dapat mengganggu pertumbuhannya kelak.  Beberapa penelitian dalam media menunjukkan bahwa kekerasan mampu memicu agresifitas pada anak, tayangan iklan mampu mendorong anak untuk membeli apa saja. Pornografi di internet, majalah , mendorong remaja melakukan tindakan seksual kepada orang lain.

Hal seperti ini tentu saja tidak diinginkan terjadi pada masyarakat. Oleh sebab itu diharapkan masyarakat di berbagai lapisan, harus bijak manakala memanfaatkan media. TIDAK SEMUA INFORMASI YANG ADA DALAM MEDIA, MEMBERI MANFAAT KEPADA MASYARAKAT. ADA INFORMASI YANG BURUK YANG MEMBERI PENGARUH KEPADA ANAK, REMAJA BAHKAN ORANG DEWASA. Bukan berarti masyarakat dilarang memanfaatkan media. Tetapi harus berhati-hati, karena tidak semua informasi tersebut aman untuk dikonsumsi.

Semua lapisan masyarakat apakah keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik, pendidik, dan sebagainya , agar berperan aktif dalam menangkal pengaruh buruk yang diakibatkan informasi dalam media. Masyarakat tidak dapat mengelak dari media, tetapi dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan. Pengawasan dari semua pihak diharapkan dapat mencegah pengaruh buruk tersebut. Satu kata yang perlu dingat : MEDIA DAPAT MENJADI SAHABAT SEKALIGUS DAPAT MENJADI MUSUH MASYARAKAT. OLEH SEBAB ITU BERSIKAP  BIJAKLAH SAAT BERHADAPAN DENGAN MEDIA.

  • Penulis adalah Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU
  • Ketua Pusat Pengkajian Komunikasi Massa ( P2KM ) FISIP USU
  • Materi disampaikan pada Seminar Literasi Media “Mendorong Partisipasi Publik Untuk Penguatan Literasi Media KPI” di Deli Serdang, 21 Desember 2013. Acara turut dihadiri oleh Bapak Ramadhan Pohan.