Tags

,

 Oleh : Mazdalifah  Ph.D.

PENDAHULUAN

Pembangunan merupakan sebuah proses, dimana usaha-usaha mengembangkan masyarakat dilakukan agar mereka memperoleh peningkatan kehidupan dan kesejahteraan,  baik dari sisi material maupun sisi spritual.  Sejatinya pembangunan dapat dilakukan oleh siapa saja, oleh berbagai pihak apakah negara, lembaga ataupun individu. Sementara itu keberhasilan proses pembangunan  memerlukan bantuan berbagai aspek. Salah satunya adalah memanfaatkan berbagai jenis media dalam proses pembangunan.

Pemanfaatan media dalam pembangunan adalah satu hal yang mutlak. Tanpa media, pembangunan tidak mungkin dilakukan dengan maksimal. Dan pada akhirnya keberhasilan pembangunan tersebut menjadi sebuah keniscayaan. Banyak media dapat dimanfaatkan, seperti : media radio, televisi, surat kabar bahkan internet. Beberapa studi dalam kajian komunikasi pembangunan menunjukkan bahwa media dapat menunjang suksesnya pembangunan ( Lerner :1976 , Mishra : 1970, Schramm, Chu, Yu : 1976 ).

Seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, maka pemanfaatan media komunikasi massa menjadi semakin besar. Media televisi, radio, surat kabar, bahkan internet menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan pembangunan masyarakat. Media yang semakin canggih amat memungkinkan mengemas pesan pembangunan menjadi semakin kreatif dan menarik.  Pada tahun 50 an, 60 an sampai 70 an, media massa amat dominan berperan dalam pembangunan di negara berkembang.

Namun kini konsep pembangunan terbaru  telah muncul. Konsep pembangunan ini menekankan kepada pasrtisipasi masyarakat secara lebih luas. Masyarakat diharapakan pro aktif dan terlibat penuh dalam perencanaan, penggorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan pembangunan. Konsep ini mengakomodir kebudayaan lokal sebagai suatu potensi yang patut digali dan dikembangkan. Perubahan konsep dan paradigma ini mengikutsertakan komunikasi pribumi atau media rakyat dalam pembangunan. Produk kebudayaan lokal ternyata kaya dengan simbol-simbol budaya, dekat dengan masyarakat bawah dan mempunyai potensi besar untuk bergabung dengan media massa modren.

Di awal tahun 1970 an beberapa konfrensi internasional menganjurkan penggunaan media rakyat untuk mendukung pembangunan. Seperti :The expert Group meeting yang disokong oleh International Planned Parenthood Federation dan UNESCO di London ( 1972 ), New Delhi Seminar and Workshop oleh UNESCI dan Pemerintah India ( 1974), Seminar Institut Komunikasi Timur- Barat pada media Tradisional di Honolulu ( 1975 ). Indonesia sebagai  negara yang memiliki potensi budaya lokal dan media rakyat amat berkepentingan dalam mewujudkan hal ini. Sebagai negara yang amat kaya dengan keunikan dan kekhasannya, media rakyat Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Keanekaragaman budaya ini merupakan sebuah potensi besar yang belum banyak disentuh.

Tulisan ini berupaya mengupas peran media rakyat dalam pembangunan, dalam konteks pembangunan di Indonesia. Secara lebih dalam akan diuraikan apa  sebenarnya yang dimaksud dengan media rakyat tersebut, potensi dan keunggulannya, dan  peran yang dimainkannya dalam pembangunan.

PENGERTIAN MEDIA RAKYAT

Media rakyat sering disebut juga sebagai media tradisional, mengandung pengertian : ” sebuah sistem komunikasi   yang melekat dalam kebudayaan yang telah eksis sebelum media massa muncul. Dan masih eksis sebagai model komunikasi yang vital diberbagai belahan dunia, menyajikan sebuah tingkat kelancaran tertentu, meski berubah-ubah ”. ( Dissanayake dalam Dilla, 2007 ). Sementara itu Ranganath mendefinisikan media rakyat sebagai ekspresi hidup tentang gaya hidup dan kebudayaan sebuah masyarakat, yang berkembang selama bertahun-tahun. ( dalam Harun & Ardianto . 2011).

Pengertian media rakyat  di atas menunjukkan bahwa media rakyat adalah media yang mengakar dalam satu masyarakat yang meliputi aneka ragam bentuk, yang mencerminkan budaya masyarakat tersebut. Bentuk media rakyat tersebut seperti : teater rakyat, pewayangan, penceritaan kisah yang dikenal dengan tradisi lisan, biasanya diringi dengan tarian dan nyanyian.

Disamping itu adapula media yang telah menggunakan teknologi namun tingkat kecanggihannya tidak sama dengan teknologi komunikasi yang populer. Media rakyat yang menggunakan teknologi sederhana banyak dijumpai dalam masyarakat yang sedang berkembang. Media tersebut seringkali dilupakan seperti : radio komunikasi yang dikenal dengan Handy Talky , interkom, koran masuk desa, radio pemancar terbatas ( radio komunitas ),  atau boleh juga media kentongan.

Media dengan teknologi sederhana ini mudah dioperasikan dan mudah perawatannya. Banyak pengalaman menunjukkan bahwa media ini membantu mewujudkan banyak hal dalam pembangunan masyarakat khususnya masayarakat pedesaan. Masyarakat dapat menggunakan media ini untuk kepentingan mereka dalam mencari, mengolah dan menyebarluaskan informasi yang mereka perlukan.

 

KEUNGGULAN MEDIA RAKYAT

Awalnya media rakyat digunakan untuk kepentingan menghibur masyarakat. Media tersebut banyak dimanfaatkan dalam upacara tertentu seperti perkawinan, panen, penyambutan tamu, bahkan upacara kematian. Namun lambat laun para ahli dan peneliti mengamati bahwa media rakyat memiliki potensi dalam upaya pembangunan  masyarakat. Hal ini karena media ini dekat dan akrab dengan kehidupan masyarakat. Maksudnya media ini tidak asing lagi bagi mereka, sehingga apabila pesan pembangunan diselipkan dalam media ini, masyarakat dapat dengan mudah memahami dan menerima pesan yang disampaikan.

Selain itu media rakyat relatif murah dan mudah dalam pengoperasiannya. Prinsip mudah dan mudah tentu saja menguntungkan bagi masyarakat. Apalagi jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum mapan dan tingkat pengetahuan yang masih rendah. Media rakyat yang murah dan mudah akan sangat membantu dalam upaua memajukan pengetahuan, sikap dan perilaku mereka menuju kehidupan yang lebih baik.

Keunggulan lain dari media rakyat adalah  pengakuan dan penghargaan dari masyarakatnya, yang amat menghargai keberadaan media ini. Pengakuan dan penghargaan yang diberikan akan melancarkan upaya penyampaian pesan pembangunan melalui media ini. Masyarakat tidak akan berani menolak dan menganggap bahwa pesan yang disampaikan adalah benar dan dipercaya untuk memajukan masyarakat.

Beberapa keunggulan dari media rakyat selayaknya membuka mata bagi pemerintah maupun lembaga lainnya, untuk menggunakan dan mengembangkannya  secara luas. Media rakyat merupakan alternatif yang bisa dimanfaatkan dalam pembangunan. Khusus bagi negara Indonesia, potensi media rakyat sangat besar tersedia. Masing-masing daerah memiliki budaya serta media yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan pembangunan. Alternatif seperti ini merupakan strategi pembangunan yang cerdas, mengingat penguasaan dan penciptaan teknologi masih rendah pada masyarakat kita

 

PERAN MEDIA RAKYAT DALAM PEMBANGUNAN  MASYARAKAT

Pembangunan  masyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan media dan teknologi yang canggih. Strategi pembangunan yang baru menemukan bahwa media alternatif diperlukan dalam mengkomunikasikan suatu ide, gagasan ataupun inovasi pembangunan. Hasil penelitian  R.J. Griffin menemukan bahwa perencana kampanye informasi yang nerhubungan dengan isu-isu kompleks masyarakat, secara eksplisit perlu memilih jenis media berbeda  ( relevan ) sehingga dapat menjangkau sektor khalayak yang berbeda ( dalam Dilla, 2007 ).

Penggunaan media rakyat sebagai media alternatif yang relevan bagi pembangunan didasarkan pada beberapa alasan diantaranya, minimnya pengetahuan dan ketrampilan, status sosial ekonomi yang rendah, kemampuan baca tulis yang kurang dan pola pikir yang cenderung irrasional. Pengetahuan dan ketrampilan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia baik di perkotaan dan di pedesaan cenderung masih rendah. Dewasa ini  masyarakat Indonesia telah mengecap pemdidikan sampai ke pelosok daerah. Namun masih dijumpai kondisi dimana ada masyarakat yang eenggan untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi. Alasan ekonomi dan alasan lainnya kerap dilontarkan untuk membenarkan tindakan mereka. Bagi mereka pendidikan belum dianggap penting, mengurus ladang , sawah dan kebun lebih baik karena dianggap dapat menghasilkan bahan pangan.

Ekonomi negara Indonesia mengalami kemajuan di beberapa tahun terakhir. Kemajuan ekonomi ini ternyata tidak seiring dengan kemajuan ekonomi masyarakatnya. Harus diakui masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki status ekonomi rendah dalam artian memiliki penghasilan rendah.  Data statistik menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia mengalami peningkatan. Kondisi  semacam ini yang membuat pelaku pembangunan harus memiliki alternatif , dan media rakyat adalah alternatif yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan.

Selanjutnya kemampuan baca tulis yang masih rendah merupakan alasan mengapa kita harus memilih media rakyat. Penampilan teater, tradisi lisan, bentuk wayang, tarian dan nyanyian, biasanya dapat ditampilkan oleh seseorang tanpa dia harus pintar membaca atau menulis. Ketrampilan melakukan media rakyat tersebut bisa dipelajari secara mandiri atau belajar dengan orang lain. Bakat dan kemauan berlatih adalah syarat utama unutk dapat menguasai media rakyat ini.

Media rakyat menjadi alternatif pilihan karena cara berfikir masyarakat yang masih irrasional. Artinya masih banyak menggunakan perasaan , bukan akal sehat. Cara berfikir semacam ini tentu saja menyulitkan dakam menyampaikan pesan pembangunan. Oleh sebab itu lewat kesenian , tradisi dan budaya lokal , pesan tersebut dapat disampaikan. Media ini mengakomodir perasaan, emosi  seseorang, sehingga pesan tadi dapat dipahani dan dimengerti dengan mudah.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam mennggunakan media rakyat dalam pembangunan. Pertama, memahami dengan baik karakter saluran komunikasi berupa media rakyat dengan baik. Dengan memahami karakter media rakyat ini diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman dalam penggunaannya. Hal ini karena media rakyat di beberapa daerah menempati posisi suci dan penting, sehingga dalam penggunaannya harus mengikuti aturan tertentu dan tidak boleh sembarangan.

Kedua , memadukan media rakyat dengan media massa adalah pilihan yang tepat. Kehidupan modren dan serba canggih dewasa ini, membuat media massa tidak lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Televisi, surat kabar, radio, film dan internet setiap hari menyampaikan aneka ragam pesan dalam sekejap. Media massa akrab dalam kehidupan kita. Apabila media rakyat digabung dengan media massa, maka penggabungan ini dapat memberi keuntungan. Antara lain  media rakyat tersebut  dapat dikenal dan disampaikan kepada sejumlah khalayaknya dalam waktu yang singkat.    Kasus di Indonesia seperti : penayangan wayang orang atau wayang kulit di televisi . penampilan wayang tersebut diselipkan pula tentang pesan pembangunan seputar demokrasi, pendidikan politik dalam memilih, atau pesan tentang keluarga berencana.

 

BEBERAPA BENTUK PENERAPAN MEDIA RAKYAT DALAM PEMBANGUNAN

a. Kacapian di Radio Abilawa Subang Jawa Barat

Masyarakat jawa barat , khususnya suku sunda tidak bisa dipisahkan dari kesenian adat kecapian. Kacapian tidak saja dimainkan pada saat hajatan pernikahan atau sunatan saja tetapi juga pada acara besar seperti acara ruwatan bumi. Acara kacapian di radio Abilawa diselenggarakan secara Live menyertakan penggemar dan warga masyarakat. Jadi kadang-kadang orang berkumpul di studio bisa mencapai 20 – 30 orang. Acara kacapian menjadi sarana efektif dalam menyampaikan informasi dan mewadahi dialog interaktif antarwarga. Kadangkala dalam acara tersebut, pihak radio mengundang pihak-pihak dianggap kompeten sebagai narasumber, seperti : aparat desa, kecamatan atau pejabat terkait sesuai dengan topik pembicaraan. Kepala desa   sebagai tokoh aparat, selalu datang di setiap acara tanpa perku diundang lagi.

 

b. Alunan nazam di radio komunitas Samudra FM  Geudong Aceh Utara

Alunan nazam adalah alunan syair khas Aceh . Setiap jumat malam dari jam 22.00 – 24.00 radio menyiarkan alunan nazam tersebut. Ada beberapa kelompok nazam yang berpartisipasi. Setiap jumat malam anggota kelompok  secara bergiliran membacakan nazam . kecintaan, kepedulian, dan semangat untuk melestarikan nazam memupuk rasa keihklasan dan semangat sukarela. Kelompok nazam disominasi oleh para ibu. Mereka membacakan nazam selama 2 jam dan pulang larut malam.

Alunan nazam ternyata diminati terutama oleh kaum orang tua. Banyak warga menyarankan agar nazam ini rutin diperdengarkan. Dukungan mulai mengalir. Dari ikut menuliskan syair dan mengirimkan naskah, sampai dukungan dalam bentuk uang. Dana yang terkumpul dibelikan dispenser untuk pengelola dan pembaca nazam. Peran masyarakat dalam bentuk partisipasi dan kesadaran tinggi akan informasi dan pentingnya media komunitas sebagai alay untuk mengaktualisasikan kemampuan dalam berkesenian , diharapkan akan membawa perubahan yang berarti dan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

 

c. Wayang Purwa di pulau Jawa

Wayang Purwa di defenisikan sebagai bentuk seni pertunjukan yang menggunakan boneka dari kulit serta menyajikan cerita yang pada mulanya berasal dari cerita kepahlawanan Hindu: Ramayana dan Mahabrata. Wayang purwa dapat menjadi penghubung antara pandangan yang berbeda antara penduduk kota dan desa. Wayang ini dapat membantu mengurangi lebarnya jurang pemisah komunikasi mencegah terjadinya perpecahan  dalam masyarakat. Dewasa ini wayang purwa dapat ditampilkan secara live atau disiarkan melalui stasiun radio, dimana dapat diselipkan pesan berisi tentang keluarga berencana, pengenalan jenis padi berproduktivitas tinggi, dan pesan-pesan lainnya.

Pertunjukan wayang biasanya berlangsung semalam suntuk, yang dibagi menjadi tiga bagian. Pathel nem, pathel sanga, dan pathel mayura. Pembagian ini disusun secara tradisional, masing-masing bagian terdiri dari babak  dan adegan-adegan. Isi cerita terdiri dari berbagai pokok pembicaraan, mulai dari lelucon sehari-hari sampai pada pembicaraan yang rumit tentang filsafat dan ajaran kebatinan.

Meskipun wayang purwa merupakan suatu bentuk seni jawa, tetapi ceritanya sedikit memiliki perbedaan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Bentuk kesenian ini dikenal oleh suku-suku lainnya di Indonesai.  Irang sunda di Jawa Barat mengetahui cerita tersebut yang disebut dengan wayang golek, di jawa timur wayang purwa mempunyai corqak sendiri yang dikenal sebagai wayang orang.

 

d. Teater Boneka untuk Rakyat di Vietnam

Para penggorganisir AIDS di Vietnam banyak menggunakan media pertunjukan, antara lain teater boneka tradisional. Sepintas mereka nampak seperti seniman lokal yang menghibur penontonnya. Biasanya penonton mereka kebanyakan anak-anak. Mereka menggunakan teater boneka, agar tidak memancing kecurigaan aparat keamanan negara sosialis yang sangat ketat mengawasi semua bentuk kegiatan rakyatnya.

Teater boneka dipergunakan untuk meningkatkan kesadaran rakyat akan AIDS. Masalah ini merupakan masalah besar negara. Selain melatih tim khusus warga setempat, mereka juga melatih berbagai teknik memfasilitasi proses diskusi antar warga. Biasanya cerita yang ditampilkan seputar kasus rekaan AIDS, kenijakan pemerintah dan sikap masyarakat umumnya.

Peingorganisir AIDS melakukan perjalanan keliling ke pelosok negeri. Semuanya dibiayai dari dana yang dikumpulkan hasik sumbangan sukarela penduduk. Mereka membuat pertunjukan boneka, meyebarkan informasi, memancing diskusi, sambil menghibur. Tanggapan masyarakat sangat mengesankan. Mereka menyatakan mendapat informasi yang jelas tentang AIDS lewat pertunjukan boneka ini.

 

KESIMPULAN

Uraian di atas menunjukkan bahwa media rakyat memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan pembangunan. Negara Indonesia memiliki keragaman media rakyat dalam bentuk kesenian, tradisi lisan dan sebagainya. Sejauh ini pemanfaatan media rakyat belum mendapat perhatian dari pemerintah. Oleh sebab itu pada masa yang akan datang, pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan media rakyat ini dalam menyampaikan pesan pembangunan.