Tags

,

Layanan pesan pendek (short message service atau SMS) merupakan fitur yang paling mendapat apresiasi dari pengguna telepon seluler. Dalam survei-survei teknologi seluler, semua pengguna telepon seluler memanfaatkan layanan pesan pendek, tak terkecuali kaum difabel. Singkatnya, layanan pesan pendek menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rekayasa teknologi seluler.

Di dunia jurnalisme, SMS dapat dimanfaatkan untuk melaporkan atau menyebarluaskan informasi yang bersifat segera. Lewat SMS, para peliput di lapangan mengirimkan perkembangan peristiwa detik demi detik. Meskipun teknologi unicode bisa memecahkan keterbatasan jumlah karakter, namun sebagian besar penyedia layanan seluler di Indonesia menetapkan 160 karakter sebagai patokan panjang isi pesan per SMS.

Bagaimana memanfaatkan SMS dalam dunia jurnalistik, terutama jurnalisme warga? Jurnalisme SMS mengutamakan unsur kebaruan, kecepatan, dan bersifat berita berkelanjutan (running news). Oleh karena itu, jurnalisme SMS sebisa mungkin mengandung unsur apa kejadiannya (what), di mana kejadiannya (where), siapa yang terlibat dalam peristiwa itu (who), dan kapan peristiwa itu terjadi (when). (sumber: http://kombinasi.net/)

Pada tanggal 20 dan 21 April 2013 kemarin, saya dan beberapa teman sejawat berkesempatan mengikuti Seminar ToT Jurnalisme SMS , Pemantauan Partisipatif Pelayanan di Bogor.

ImageImageImageImage