Oleh : Dra. Mazdalifah MSi

Pendahuluan

Kata strategi dalam bahasa awam mengandung makna “taktik”, “kiat” yang amat dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan. Strategi akan memandu langkah kita menuju tahap demi tahap, sehingga apa yang menjadi tujuan dapat dicapai dengan sukses. Para ahli banyak menerapkan strategi dalam upaya membangun masyarakat, apakah itu strategi ekonomi, strategi politik strategi pemberdayaan, dan sebagainya.

Namun pembicaraan mengenai strategi komunikasi kerap dilupakan orang. Mereka sering mengabaikan factor komunikasi sebagai factor penentu. Bahkan tidak jarang ada menganggap strategi komunikasi hanya merupakan taktik publikasi yang mubazir saja. Benarkah demikian? Pendapat tersebut perlu mendapat perhatian khusus, untuk dikaji ulang secara lebih mendalam.

Dalam menerapkan sebuah kegiatan di tengah masarakat, kita selalu berharap agar kegiatan yang dilakukan akan mendapat dukungan yang besar dari masyarakatnya. Secara lebih spesifik kita harus dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk mendukung program kegiatan.

Biasanya kita akan datang ke tengah masyarakat dengan membawa sejumlah ide dan gagasan. Amat mustahil ide, gagsan maupun kegiatan akan mendapat dukungan, andai masyarakat tidak pernah mengetahui apa dan bagaimana bentuk kegiatan, ide dan gagsan tersebut. Oleh sebab itu, kita membutuhkan sebuah kegiatan “penyebarluasan informasi mengenai ide, dan gagasan”, agar masyarakat tahu dan dapat berpartisipasi seperti yang kita harapkan.

Masalahnya adalah bagaimana menyusun sebuah strategi komunikasi yang dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat? Untuk membicarakan masalah ini secara lebih mendalam, penulis akan membahasnya pada penjelasan berikut.

Kegiatan Pengembangan Masyarakat

Seperti yang telah dikemukakan pada bagian awal tulisan ini, pada masa kini banyak usaha untuk mengubah kehidupan masyarakat di berbagai bidang menuju kepada kehidupan yang lebih baik. Kehiatan tersebut dikenal sebagai kegiatan pengembangan masyarakat. Dalam kegiatan ini ada pihak yang memprakarsai melakukan suatu perubahan social yang berencana. Pihak tersebut adalah pemerintah secara keseluruhan, berikut departemen-departemen, lembaga-lembaga masyarakat termasuk di dalamnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun lembaga social lainnya.

Kegiatan pengembangan masyarakat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk melakukan perubahan di tengah masyarakat, yang diprakarsai oleh lembaga di luar pemerintah, seperti LSM. Kegiatan pengembangan masyarakat dapat meliputi sector ekonomi, politik, pendidikan, lingkungan, dan lain sebagainya.

Pada kegiatan pengembangan masyarakat ini, yang menjadi inti adalah “masyarakat harus benar-benar diajak berperan serta di seluruh kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai tahap penilaian (evaluasi)”.

 

Partisipasi Masyarakat

Kata partisipasi mengandung makna “keikutsertaan” atau “peran serta”  seseorang, masyarakat atau lembaga dalam sebuah kegiatan. Keikutsertaan ini timbul berdasarkan “kesadaran” yang tumbuh dengan sendirinya tanpa ada rasa terpaksa, rasa tertekan dari pihak manapun. Keikutsertaan secara sukarela inilah yang menjadi target utama bagi individu atau lembaga yang melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan masyarakat. Dengan “peran serta” semacam ini, kegiatan pengembangan masyarakat dapat lebih mudah berjalan dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Bentuk-bentuk partisipasi (keikutsertaan, peran serta) masyarakat tidak selalu dalam bentuk sumbangan materi saja (seperti uang, benda, lahan dan sebagainya), tetapi dapat pula berupa non materi (seperti tenaga, waktu, fikiran/ide, tindakan dan sebagainya) bahkan kadang-kadang dukungan dalam bentuk non materi lebih banyak membantu daripada dukungan dalam bentuk materi. Namun nika pada kenyataannya kita dapat mewujudkan dukungan materi dan non materi sekaligus, hal ini tentu akan menghasilkan kerja yang lebih baik lagi.

Pentingnya Menyusun Strategi Komunikasi

Penjelasan terdahulu telha memberikan satu pengertian pada kita, bahwa kegiatan pengembangan masyarakat  mengharapkan dukungan berupa partisipasi dari masyarakat (baik materi dan non materi), agar kegiatan tersebut berhasil. Sebagai individu ataupun lembaga yang terlibat dalam kegiatan pengembangan masyarakat harus menyadari bahwa dukungan/peran serta masyarakat dapat diperoleh dengan cara menyusun sebuah strategi komunikasi. Tujuan strategi komunikasi adalah memberikan informasi suatu kegiatan pada masyarakat, dengan menitikberatkan pada bujukan (persuasive) dan menanamkan penyadaran (awareness) dalam upaya memotivasi masyarakat agar berperan dalam kegiatan pengembangan masyarakat. Dengan demikian strategi itu pada hakikatnya adalah satu perencanaan (planning) dalam manajemen untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Pelaksanaan strategi komunikasi hendaknya harus melihat situasi dan kondisi dari setiap individu atau masyarakat, dengan demikian strategi komunikasi yang dilakukan pada masing-masing individu atau masyarakat tadi tidaklah sama. Sebagai contoh: strategi komunikasi pengembangan masyarakat pantai akan berbeda dengan strategi komunikasi pengembangan masyarakat kota.

Hal-hal yang patut menjadi perhatian dalam menyusun strategi komunikasi adalah:

  • Siapa yang menjadi Komunikator?

Maksudnya adalah siapa yang akan menyampaikan informasi kepada khalayak sasaran, bisa berupa individu bisa pula berupa lembaga. Komunikator hendaknya memiliki persyaratan yaitu memiliki kredibilitas dan keahlian (skill).

  • Pesan-pesan apa yang hendak disampaikan?

Berisikan hal-hal apa yang ingin diinformasikan kepada khalayak sasaran. Apakah tentang gizi?, tentang perlunya menjaga lingkungan, perlunya menjaga habitat orangutan dan sebagainya.

  • Media apa yang dipergunakan?

Pesan-pesan yang telah disusun sedemikian rupa kita informasikan kepada khalayak sasaran secara langsung (ceramah, tatap muka, diskusi, urun rembug, lokakarya, dan sebagainya melalui media (radio, TV, surat kabar, slide, film, brosur, poster dan sebagainya). Hal yang patut diingat dalam memilih media adalah media tersebut harus akrab, dekat dan sesuai dengan kondisi khalayak sasaran.

  • Siapa yang menjadi khalayak sasaran kita?

Hal yang penting harus mendapat perhatian adalah kepada siapa pesan tersebut kita rujukan? Apakah kepada masyarakat yang tinggal diperkotaan, di desa, atau di sekitar hutan. Dari sisi umur kita akan melihat apakah khalayak sasaran kita terdiri dari anak-anak, remaja, atau dewasa. Dari sisi jenis kelamin (laki-laki atau perempuan), pendidikan, tingkat ekonomi, adat kebiasaan dan sebagainya.

  • Pengaruh apa yang kita inginkan (effect) ?

Setiap strategi komunikasi ingin mencapai tujuan tertentu pada diri khalayak sasarannya. Tujuan tersebut adalah terjadinya perubahan dalam diri khalayak yaitu:

  1. Terjadinya perubahan pendapat (to change the opinion)
  2. Terjadinya perubahan sikap (to change the attitude)
  3. Terjadinya perubahan perilaku ( to change behavior)

Wayne, Peterson dan Dallas mengungkapkan bahwa strategi komunikasi memiliki tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah :

a)      Untuk memastikan terjadinya satu pengertian

b)      Untuk mempertahankan pesan dan dapat diterima dengan baik

c)      Untuk meningkatkan motivasi

d)     Untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai komunikator

 

Penutup

Pada saat strategi komunikasi ini dilaksanakan dilapangan, individu atau lembaga tidak boleh melupakan satu hal yang teramat penting melibatkan masyarakat/ khalayak sasaran dalam setiap proses dari mulai membuat perencanaan, melakukan rencana, dan mengevaluasi kegiatan”, sebab dengan melibatkan masyarakat akan semakin besar pula potensi untuk menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki yang kuat. Mereka tidak menganggap dirinya sebagai orang luar, yang hanya sekedar menjadi pengamat saja.

*Disampaikan pada Lokakarya Penyadaran Konservasi dan Perlindungan Orang Utan dan Habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser, Hotel Dirgasurya, 26 September 2003